Posts

Showing posts from April, 2013

Muhammad bin Abdul Wahab, Pelopor Gerakan Pemurnian Akidah

Image
Selama lima belas abad, dunia Timur Islam hidup dalam kejayaan dan peradaban yang tinggi, berkat cahaya Islam yang memancarkan aneka kebaikan keseluruh pelosok bumi. Setelah itu, ia mengalami kemunduran, sebelum akhirnya pudar. Pada akhirnya umat Islam menjalani masa-masa suram yang diliputi kegelapan yang pekat. Hidayah Islam tidak lagi memancar dan peninggalan kaum muslimin nyaris menjadi santapan srigala-srigala bangsa-bangsa lain. Mereka mengambil ilmu-ilmu yang dibawa oleh Islam dan melumatkan peradaban yang cemerlang, hingga kejayaan itu pindah ke negara-negara Barat, akibatnya negeri-negeri islam meluncur ke jurang keterpurukan, kemunduran, dan ketidak berdayaan. Kemudian pada abad ke-18 M. muncul satu teriakan penuh kesadaran dan penuh keimanan dari jantung semenanjung Arabia. Teriakan ini membangunkan umat Islam, agar melepaskan diri dari berbagai khurafat dan pandangan yang mengotori serta merusak kemurnian akidah. Selanjutnya menyerukan seluruh umat agar kembali dalam

Tujuan Pendidikan Menurut Hasan Langgulung

Image
  Hasan Langgulung lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, 16 Oktober   1934. Pernah   belajar di sekolah menengah pertama dan sekolah menengah Islam di Ujung Pandang tahun 1942-1952, Sekolah Guru Islam Atas tahun1952-1955, dan meraih gelar B.A. tahun 1957-1962 di Ujung Pandang. Melanjutkan studi ke Ein Syam University Cairo tahun 1963-1964 dan lulus pada Diploma of Education   dan   gelar Diploma dalam bahasa Arab dari Institut of Higher Arab Studies, Arab League (Cairo) pada tahun yang sama. Setelah itu ia melanjutkan pada program studi pascasarjana di Ein Syam University Cairo, dan lulus tahun 1967 dengan gelar MA dalam bidang psikologi dan mental Hygiene. Guna mendapatkan ilmu psikologi yang lebih berkualitas ia lalu melanjutkan pendidikan pada Universitas of Georgia di Amerika Serikat, pada tahun 1971 ia lulus mendapatkan gelar Ph.D dalam bidang psikologi. Ia Wafat pada hari   Jum'at tanggal 2 Agustus 2008,   di rumah sakit Selayang Kuala Lumpur. Hasan Langgulung adalah sala

Membedah ‘Tawassul’

Image
Artikel ini bertujuan menjelaskan makna ‘tawassul’ dalam Islam, baik yang disyariatkan maupun sebaliknya, sekaligus menjernihkan ‘tuduhan’ Prof. Azyumardi Azra dalam kolom ‘Resonansi’ Harian Republika 10/1/2013 yang berjudul “Ziarah Makam”. Menurutnya, hanya yang berideologi Wahabiyah saja menganggap bahwa warisan sejarah seperti kuburan menjadi sumber kemusyrikan. Padahal kalau kita mau jujur, ajaran Islamlah yang melarang kita untuk menjadikan kuburan sebagai tempat praktik ritual, termasuk salat dan mengaji depan kuburan. Apalagi bertawassul kepada orang yang jelas-jelas sudah tertimbun dalam kuburan. Sang guru besar menulis. “Ironi dan tragedi yang menimpa monumen-monumen historis di Arab Saudi jelas terkait dengan kerangka religio-ideologi Wahabiyah yang memandang warisan sejarah, khusunya makam, menjadi sumber kemusyrikan –mendorong khurafat dan takhyul bagi jamaah peziarah. Mereka dianggap menjadikan figur dalam makam sebagai ‘washilah’ untuk mendapat dan ampunan