Posts

Showing posts from 2012

Hijrah Sebagai Momentum Perubahan

Image
Orang-orang kafir Quraisy tak henti-hentinya malancarkan serangan dan penyiksaan demi penyiksaan terhadap umat Islam, sasaran empuknya adalah para golongan lemah. Inilah yang menjadikan para pemeluk agama baru itu merasa jika Makkah baginya terasa kian sempit dan terjepit, mereka mulai berpikir untuk mencari tempat yang lapang bagi mereka, setidaknya memiliki kemerdekaan dalam beragama.

Tahun kelima pasca diutusnya Muhammad sebagai Nabi dan Rasul (kenabian), sekelompok kaum muslim berangkat ke Habasyah (Etopia), terdiri dari dua belas laki-laki dan empat wanita yang dikepalai oleh Utsman bin Affan. Termasuk dalam kafilah tersebut adalah Ruqayyah, putri Rasulullah. Eksepedisi pertama berangkat pada tengah malam, dengan cara sembunyi-sembunyi, menuju pelabuhan Syaiban yang secara kebetulan terdapat dua kapal sedang berlabuh dan hendak menuju ke Habasyah, mereka pun menumpang dan sampai pada tujuan dengan selamat. Di sana, orang-orang muslim mendapat perlakuan dengan baik.

Mendengar berita…

Keutamaan Muharram Dan Keagungan Asyura

Image
Tanggapan terhadap tulisan Ismail Amin “Revolusi al Husain, Inspirasi yang Tak Pernah Habis” Tribun Timur, Jumat 23/11/2012

Umat Islam percaya jika ada waktu-waktu tertentu (special moment), baik dalam hitungan jam, hari, bulan, maupun tahun yang berbeda dengan waktu-waktu lainnya. Begitu pula, ada beberapa tempat yang juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan tempat-tampat lain di muka bumi ini.
Terkait waktu misalnya, jika seorang muslim melakukan salat sunnat dua rakaat yang mengiringi salat wajib (rawatib) sebelum Subuh, maka nilainya lebih utama dari dunia dan segala isinya, dalam hitungan minggu kita mengenal kemuliaan hari Jumat, juga keagungan Bulan Ramadan sekali dalam setahun. Ada pun tempat-tempat yang memiliki keutamaaan, juga kita kenal melalui Sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari bersumber dari Abu Hurairah dengan sanad yang shahih, “Salat di masjidku ini [Masjid Nabawi] lebih utama dengan salat di tempat yang lain kecuali Masjidil Haram yang lebih utama…

Proporsional dalam Memuliakan Al-Husein

Image
Tanggapan atas tulisan Ismail Amin, “Sekali Lagi, Mengenang Asyura Itu Penting”
Sejujurnya penulis tidak begitu tertarik berpolemik tentang tragedi kematian al-Husein yang terjadi di Padang Karbala pada 10 Asyura tahun 61 Hijriah. Namun atas permintaan saudara Ismail Amin agar penulis menanggapi tulisannya yang berjudul "Revolusi al Husain, Inspirasi yang Tak Pernah Habis" (Tribun Timur, 23/11), karena menurut beliau artikel saya yang berjudul "Keutamaan Muharram dan Keagungan Asyura" (Tibun Timur, 30/11) sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan apa yang beliau tulis, dan tidak layak disebut sebagai tanggapan, idealnya berdiri sendiri. Oleh karena itulah beliau kembali menulis tanggapan dengan judul, “Sekali Lagi, Mengenang Asyura Itu Penting” (Tribun Timur, 3 Desember 2012).
Namun saya mengapresiasi saudara Ismali Amin yang ‘merangsang’ saya untuk banyak mengeksplorasi sejarah, baik itu versi Sunni maupun Syiah, karena hemat penulis sikap Sunni dan Syiah terhadap…

Nikah dan Cerai Menurut Agama

Image
Artikel ini wujud berkat dorongan –untuk tidak mengatakan paksaan- dari seorang teman yang berdomisili di Garut. Menurutnya, kasus pernikahan bupatinya, Aceng Fikri dan Fani Octavia yang hanya berdurasi empat hari itu, sebaiknya diimbangi juga dengan pandangan agama, dalam hal ini Islam. Jangan hanya ditinjau dari satu sisi.

Kendati kasusnya sudah mulai redup ditimbun kasus dugaan korupsi mega proyek Hambalan Sport Centre yang melibatkan Andi Alfian Mallarangeng yang terpaksa melepaskan jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga yang beliau jabat sejak tahun 2009 lalu, namun karena masalah nikah adalah masalah aktual untuk terus dibicarakan, sejak dahulu, sekarang dan akan datang. Untuk itulah saya anggap tulisan ini penting karena nikah adalah kebutuhan setiap manusia normal.

Sebenarnya kasus pernikahan singkat banyak terjadi di masyarakat. Bahkan ada yang lebih singkat lagi dibandingkan pernikahan Aceng-Fani. Tapi karena pelakunya public figure, pejabat negara, med…

Tulisanmu Harimaumu

Image
Percaya atau tidak, seorang penulis dapat mengejawantahkan eksistensi dirinya. Dengan menulis orang sekaliguss berekspresi, berkomunikasi dan –yang paling penting- meninggalkan jejak pikiran untuk masa yang tak terhingga.
Demikianlah inskripsi-inskripsi kuno dalam pyramid, di dinding-dinding gua, atau batu-batu cadas peninggalan ribuan tahun dahulu kala. Juga naskah-naskah di atas daun lontar sebagaimana peninggalan I Lagaligo, papyrus, dan sebagainya. Para penulisnya telah lama tiada, namun apa yang mereka tulis seakan kekal abadi. “Demi huruf nun dan demi pena serta apa yang mereka goreskan,“ begitulah Allah berfirman. (QS. 68:1). Karenanya tidak salah kalau orang Arab bilang, “Para penulis telah lama terkubur dalam perut bumi, namun goresan tintanya masih tetap berkata-kata”.
Tulisan mampu menembus sekat-sekat ruang dan waktu, melintasi sempadan geografis, etnis, bahkan agama. Seperti cerita-cerita yang ditulis Aesopos antara 620 hingga tahun 560 sebelum Masehi, atau…

Testing...testing

Image
Sorry for any inconvenience caused. tq