Posts

Fikih Corona

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir, MA. Dosen Universitas Muhammadiyah Enrekang

Detik ini, tidak ada yang lebih popular untuk dibahas melebihi wabah virus corona. Para ahli maupun amatiran tidak mau ketinggalan mendiskusikan wabah yang begitu sulit dibendung ini. Berbagai usaha telah diupayakan agar penyebaran virus asal Wuhan tersebut dapat dibatasi. Sesuai teori ilmu kesehatan bahwa ‘al-Wiqayah khaerun minal-‘ilaj’, ‘mencegah lebih baik daripada mengobati ‘harus menjadi skala prioritas.
Begitu banyaknya pembahasan masalah virus corona, termasuk ketika dikaitkan dengan agama, baik itu secara akidah, syariat, hingga muamalat, maka perlu penjelasan secara komprehensif bagaimana menyikapi wabah, termasuk virus corona yang sedang menggelobal saat ini. Penjelasan ini saya sebut sebagai fikih atau memahami sebuah masalah dalam perspektif hukum Islam, termasuk memaparkan dalil-dalil dari hadis Nabi maupun pandangan ulama muktabar yang pernah mengalami wabah pada zamannya, hingga reaksi ulama kontemporer …

Pelajaran dari Virus Corona

Image
Ketika dunia semakin menua, zaman makin canggih, teknologi terus berkembang, ilmuan terus berinovasi, seakan-akan manusia telah menggenggam bumi dan isinya. Puncaknya, ia berkata, Tidak ada satu kekuatan yang mampu menghalangi saya! Persis apa yang dikatakan oleh Fi'uan, Ana rabbukumul A'laa, Akulah tuhanmu yang paling tinggi, (QS. An-Nazi'at: 24).
Para pemimpin atau siapa pun yang berani menentang dan menantang Allah hanya menunggu waktu untuk hancur. Dan yang hancur bukan saja Si Pemimpin congkak itu, melainkan rakyat dan negerinya. Sebab, pemimpin adalah cermin bagi siapa yang dipimpin. Dan, kadangkala seorang penguasa besar dihinakan dengan kematian yang tidak biasa, salah satunya Raja Firaun Ramses V pada 1196 SM dipercaya meninggal karena terserang virus smallpox. 

Membaca Pancasila

Image
Pernyataan Ketua Badan Penguatan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, yang mengatakan agama musuh terbesar dari Pancasila menuai kritikan tajam dari berbagai macam pihak. Sebab, pernyataan itu cenderung serampangan yang pada akhirnya melahirkan kegaduhan.
Bagi saya, inilah masa hampir setiap pemangku kebijakan yang saharusnya lebih bijak mencari materi untuk disiarkan ke khalayak ramai tapi yang terjadi justru sebaliknya, seakan berlomba menyatakan pendapat kontroversial. Sebelum ini, kita telah gaduh terkait masalah cadar dan celana cingkrang, tak lama kemudian muncul 'agama sebagai musuh utama pancasil' dan setelah itu, entah isu apalagi. 
Dengan banyaknya masalah, maka fokus pada tulisan singkat ini, akan memaparkan bukti-bukti nyata bahwa agama dan pancasila adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi di negeri ini.

Kopi dan Cinta

Image
Kopi adalah kehidupan, begitu filosofi ayah saya. Ia tidak bisa beraktivitas tanpa kopi, kebugaran, stamina, kepuasan dan kebahagiaannya ada pada kopi. Maka, kopibukan saja sekadar serbuk hitam dicampur air panas dan gula yang disuguhkan di dalam gelas lalu diseruput. Kopi panas dalam gelas adalah lambang cinta seorang istri pada suaminya, dan kesetiaan seorang suami pada pasangan. Penikmat kopi telah menjadikan kopi sebagai patner pertama memancing dan memantik inspirasi, sahabat dalam gundah gulana, sugesti untuk berkarir dan berkarya, bahkan wasilah untuk sukses dan bahagia.

Fikih Kepatutan

Image
Oleh, Dr Ilham Kadir, MA. Penulis Novel “Negeriku di Atas Awan”.

Seorang pengemis di Bogor tertangkap kamera ketika hendak membuka pintu mobil pribadinya, Herman namanya. Ia sudah menjadi pengemis sejak belasan tahun silang, mangkal di dekat lampu merah. Ketika fotonya viral dan dipergunjingkan oleh penghuni dunia maya, ia pun kaget, namun mengakui kalau ia memang merental mobil dan sopir pribadi setiap kali berangkat kerja sebagai peminta-minta di Kota Bogor. 

Kasus Herman, Si Pengemis perlente itu membuka tabir keanehan demi keanehan yang ada di negeri ini. Fakta lain, seperti dikutip dari laporan tahunan Pertamina 2018, kompensasi manajemen kunci dan dewan komisaris yang dibayarkan oleh perseroan senilai US$ 47,27 juta hingga 31 Desember 2018. Jika dikonversi dengan asumsi kurs Rp 14.000 per dolar, nilai itu sekitar Rp 661,82 miliar. Kini, jumlah direksi dan komisaris Pertamina sebanyak 19 orang yang terdiri dari 11 direksi dan 8 komisaris. Jika nilai kompensasi itu dibagi rata, seti…

Reynhard Sinaga dan Fenomena Psikopat

Image
Oleh, Dr. Ilham Kadir, Pengurus PDRI  Wilayah Sulawesi Selatan

Begitu banyak masalah yang muncul di zaman ini. Ilmu pengetahuan berkembang pesat, diiringi dengan maju dan berkembangnya berbagai teknologi, tak terkecuali teknologi kesehatan. Namun, pada sisi lain penyakit-penyakit aneh juga bermunculan. Baik penyakit badan maupun penyakit kejiwaan. 
Kerap kita temukan atau menyaksikan secara langsung di media televisi misalnya, seorang tokoh atau pejabat public kesohor tiba-tiba saling adu argumen sambil saling mengata-ngatai secara pribadi hanya karena membela golongan atau jagoannya. Akal sehatnya tetiba lenyap. Demikian halnya, dunia entertaint kerap kita temukan prilaku artis secara tidak senonoh, bahkan ada yang secara terang-terangan membuat kontroversi sampai menjual kehormatan hanya karena mengejar popularitas, dengan popularitas tinggi, maka bayaran dan pemasukan pun melangit, tak peduli memalukan atau tidak. Sifat dan budaya malu benar-benar jadi makhluk gaib, demikian pula pri…

2019, Tahun Anomali

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir, MA.
Anomali adalah penyimpangan atau keanehan yang terjadi atau dengan kata lain tidak seperti biasanya. Anomali, suatu kejadian yang tidak bisa diperkirakan sehingga sesuatu yang terjadi akan berubah-ubah dari kejadian biasanya.

Tahun 2019 penuh anomali. Dimulai dengan panasnya suhu politik sejak 2018, gerakan ganti presiden 2019, suasana memanas, berbelah menjadi dua kubu, pendukung petahanan (Jokowi) dan pendukung gerakan ‘2019 ganti presiden’. Fenomena ini mengkristal, dari pusat peradaban Indonesia, Jakarta hingga ke pelosok-pelosok terpencil, pedesaan. Suasana semakin panas, sebab duel ulang dua jagoan kembali tersaji, Jokowi versus Prabowo.